Senin, 22 Agustus 2011

Cara Mengatasi Error MSWINSCK.ocx Not Correctly Registered

Kemarin Kang eko mendapatkan kasus " Component ‘mswinsck.ocx’ or one of its dependencies not correctly registered.: a file is missing or invalid ". Masalah ini muncul ketika selesai scanning virus. Setelah semua virus hilang, windows Kang Eko restart, dan ternyata tiap kali login muncul error Component ‘mswinsck.ocx’ or one of its dependencies not correctly registered. Seperti ada file yang hilang.


Penanganan yang sudah dilakukan dan gagal :
  1. medisable semua service dan startup lewat perintah msconfig di RUN.
  2. memerbersihkan registry windows dengan CCleaner.
  3. Melakukan repair Windows
Semua langkah di atas gagal total dalam mengatasi error  Component ‘mswinsck.ocx’ or one of its dependencies not correctly registered.: a file is missing or invalid. Sempat juga mau install ulang windowsnya.


Akhirnya ketemu Cara Mengatasi Error MSWINSCK.ocx Not Correctly Registered.: a file is missing or invalid:

MSWINSCK.ocx adalah file yang dibutuhkan oleh aplikasi lama untuk listening port tertentu dalam suatu koneksi jaringan. File MSWINSCK.ocx tidak tersedia di windows XP dan windows 7. File  MSWINSCK.ocx ini tidak lagi ditempatkan di dalam folder system32 pada windows.

Berikut Cara Mengatasi Error MSWINSCK.ocx Not Correctly Registered.: a file is missing or invalid : 
  • Download File  MSWINSCK.ocx di link berikut : MSWINSCK for XP.zip dan MSWINSCK for 7.zip. Jadi ada yang untuk Windows XP dan Windows 7.
  • Extract file MSWINSCK.ocx hasil download yang masih dalam bentuk zip.
  • Untuk Windows XP : copy  MSWINSCK.ocx ke folder c:\windows\system32.
  • Untuk Windows 7 32Bit  : copy  MSWINSCK.ocx ke folder c:\windows\system32.
  • Untuk Windows 7 64Bit  : copy  MSWINSCK.ocx ke folder c:\windows\syswow64.
  • Untuk Windows 7, anda harus login sebagai administrator agar bisa mengcopy file  MSWINSCK.ocx
  • Untuk Windows XP, masuk RUN dan ketikkan perintah regsvr32 MSWINSCK.OCX,  kemudian Enter. Dan windows anda akan normal kembali.
  • Untuk Windows 7, Klik kanan pada command prompt => run as administrator => ketikan perintah: regsvr32 c:\windows\syswow64\MSWINSCK.OCX (bagi win7 64Bit) atau regsvr32 c:\windows\system32\MSWINSCK.OCX (bagi win7 32Bit) =>Enter. 
  • Selesai, dan Windows tidak perlu di install ulang lagi.
Demikian Cara Mengatasi Error MSWINSCK.ocx Not Correctly Registered.
Ssemoga bermanfaat.

Senin, 08 Agustus 2011

Cara Service Lampu Hemat Energi

Kali ini Kang Eko akan membahas tentang Cara Service Lampu Hemat Energi. Kang Eko pernah mendapat pertanyaan, gimana sih caranya service lampu hemat energi yang sudah mati ? Dan baru kali ini Kang Eko bisa menjawabnya langsung lewat posting di blog ekohasan ini agar bisa dilihat oleh lebih banyak pengunjung blog ekohasan ini.

Persiapan Alat Service Lampu Hemat Energi :
  1. Obeng Minus : untuk mencongkel casing lampu
  2. Solder.
  3. Timah / tenol
  4. Multitester / AVO Meter
  5. Kabel secukupnya.
Cara Service Lampu Hemat Energi :

  • Buka Casing Lampu Hemat Energi dengan mencongkelnya menggunakan obeng.
  • Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian test neon dengan menggunakan Multitester. Ada dua kutub pada neon, ukur masing-masing dengan menggunakan batas ukur OHM Meter x1. Kalau neon masih bagus maka masing-masing jika diukur akan menunjukkan angka sekitar 2-8 ohm. Kalau salah satu kutub / ujung  ada yang putus / tidak menunjukkan angka maka berarti neon sudah rusak / putus. Cara mengakali jika neonnya yang putus silahkan baca di bagian bawah.
  • Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.
Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :
Mengenai cara cek komponen jika belum tahu caranya silahkan baca di Posting Ini.


  1. Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
  2. Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
  3. Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
  4. Transistor type MJE 13003 : 2 buah
  5. Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.
Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :
  1. Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt (harga 6-8 rb) untuk pengganti neon yang rusak.
  2. Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.




Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang dibandingkan Lampu Hemat Energi yang harga 8 rb-an. Lumayan ngirit, daripada harus beli lampu baru yang harganya sekarang sekitar 30 rb-an.

Semoga bermanfaat.



    Jumat, 05 Agustus 2011

    Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar dan Flyback

    Sering kali Kang Eko mendapat pertanyaan demikian : Bagaimana caranya agar pas pada waktu service monitor ataupun TV tidak kesetrum padahal listrik PLN sudah tercabut, tapi kenapa ya kok masih kesetrum juga ...? Kali ini Kang Eko akan jawab via posting blog langsung lewat posting yang berjudul Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar dan Flyback.

    Ada beberapa komponen elektronik yang bisa menyimpan setrum / listrik :
    • Elco : semua elco bisa menyimpan listrik, semakin besar kapasitas elco (Farad) dan tegangan elco semakin besar pula daya simpan listriknya. Misal elco 200uF/400v : bisa menyimpan listrik sebesar 200-300v (sama dengan PLN) dan bisa membuat kita sangat shock.
    • Flyback : Tidak semua flyback bisa menyimpan setrum. Hanya flyback pada TV yang menyimpan setrum sedangkan flyback pada monitor tidak menyimpan setrum pada kop ANODA nya.
    Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar :
    • Cara I :  Cara ini biasa dilakukan oleh banyak orang, yaitu dengan mengkonsletkan kedua kaki elco dengan obeng atau ujung solder. Cara ini sangat tidak di rekomendasikan, karena selain dapat membuat kita terkejut karena bunyinya juga dapat membuat solder rusak.
    • Cara II : dengan menggunakan lampu bolam 100W. Jangan lupa bolam di pasang dalam Fitingnya dan kasih kabel secukupnya. Cara membuang muatan  setrum elconya dengan menghubungkannya ke kedua kaki elco, bolak balik tidak masalah. Cara ini sangat aman. Lampu bolam akan nyala sebentar dan kemudian mati karena setrum di elco sudah habis. Cara ini biasa Kang Eko lakukan.
    • Cara III : dengan menghubungkan kedua kaki elco dengan sebuah resistor 30 - 50 Kohm / 2 Watt. Jika memperbaiki power suply dengan problem gagal bekerja, maka biasanya resistor ini untuk sementara disolder langsung pada kaki-kaki  elco besar. Dan jika problem sudah OK, resistor baru dilepas. Cara ini Kang Eko dapatkan dari Pak Guru Marsono (marsonotv.blogspot.com). Dengan menyolder resistor langsung di kedua kaki elconya,  pada waktu listrik PLN tercabut, maka secara otomatis setrum listrik di elco akan terbuang.
    Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Flyback TV :
    • Ambil satu kabel dari multitester.
    • Hubungkan ujung kabel satunya dengan ground TV.
    • Kemudian ujung satunya dimasukkan ke kop karet Anoda Flyback di bagian atas tabung. Hati-hati jangan sampai tangan anda menempel ke kop anoda flyback karena tegangannya sangat tinggi, sekitar 26 ribu volt. Akan terdengar loncatan bunga api listrik di dalam kop karet anoda flyback.
    • Ulangi beberapa kali sampai tidak terdengar loncatan bunga api listrik pertanda setrumnya sudah habis.
    Demikian Cara Membuang Muatan Listrik / Setrum di Elco Besar dan Flyback.
    Semoga bermanfaat.

    Cara Service DVD Player yang Sering No Disc / Macet

    Kali ini Kang Eko akan membahas tentang Cara Service DVD Player yang Sering No Disc atau macet tidak bisa membaca VCD / DVD. Tulisan ini didasari dengan beberapa pertanyaan yang sering sekali Kang Eko dengar maupun baca di forum ataupun blog. Berikut ini beberapa pertanyaannya :
    • DVD Player bisa memutar lagu via Flashdisk, tetapi untuk memutar VCD/DVD tidak bisa dan seringnya muncul tulisan NO DISC, walaupun kadang-kadang bisa. Yang rusak apanya ya?
    • DVD Player saya, pada waktu awal memutar VCD/DVD bisa, tapi setelah 1/2 jam macet dan muncul tulisan NO DISC. DVD Player saya diamkan agak lama, trus saya coba lagi untuk memutar VCD bisa lagi tapi hanya bertahan 15 menit. Apanya ya ?
    Penyebab masalah DVD Player yang Sering No Disc / Macet :
    • Kemungkinan 1 : Motor pemutar Disk rusak karena AS nya berkarat.
    • Kemungkinan 2 : Optiknya Rusak.
    • Kemungkinan 3 : Boardnya rusak di IC nya. Ini adalah kemungkinan terparah.
    Langkah Cara Service DVD Player yang Sering No Disc / Macet :

    Kemungkinan 1 : 
    Cek DVD Player Anda mulai dari  yaitu motor pemutar disknya. Jika anda punya motor penggantinya, coba langsung ganti saja motornya. Harga Motor = 8-15 ribu. Tapi kalau anda tidak punya stok motor pengganti, Anda bisa mencoba trik berikut ini untuk memperbaiki motor pemutar disk yang rusak :
    1. Bisa juga mengatasi motor yang membuat NO DISC dengan menyemprotnya dengan cairan contact cleaner atau bisa juga dengan WD40 di bagian AS motor nya.
    2. Jika Cara no 1 tidak berhasil coba cara 3 - 6 berikut ini.
    3. Lepas 2 kabel tegangan motor pemutar disknya. Motor ini bekerja pada tegangan 5 volt DC.
    4. Hubungkan motor ini dengan tegangan 12 volt DC selama 1/2 - 1 menit. Ulangi sampai 3 kali, jika perlu balik + dan - nya agar motor berputar ke arah yang berlawanan.
    5. Trik di atas adalah untuk membersihkan karat di AS motornya. Tegangan diberikan lebih besar agar putaran lebih kencang dan mampu menghilangkan kotoran atau karat di AS motor.
    6. Cara ini 90% bisa mengatasi permasalahan motor pemutar disk anda yang rusak / macet yang mengakibatkan sering NO DISC.

    Kemungkinan 2 :
    Jika setelah motor diganti, DVD Player tetap NO DISC, coba ganti OPTIK nya. Harga Optik kisaran 80 ribu.

    Kemungkinan 3 :
    Jika setelah ganti motor dan Optik, DVD Player tetap NO DISC, kemungkinan terakhir adalah boardnya yang rusak di IC ataupun komponen lainnya (transistor atau elco)

    Demikian Cara Service DVD Player yang Sering No Disc / Macet.
    Semoga bermanfaat !

    Rabu, 03 Agustus 2011

    Cara Membuat Kabel USB Extender 10 Meter

    Bahasan Kang Eko kali ini adalah tentang Cara Membuat Kabel USB 10 Meter. Mungkin anda pernah mengalami, pada waktu menghubungkan flashdisk atau modem ke perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) ternyata perangkat tersebut tidak dikenali oleh komputer anda, padahal flashdisk, modem dan port USBnya bekerja dengan baik. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

    Tidak dikenalinya flashdisk, modem atau perangkat USB lainnya ketika kita menghubungkan dengan perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) disebabkan oleh kualitas kabel USB extender yang kurang baik sehingga terjadi penurunan arus yang mengakibatkan perangkat USB kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Akibatnya, perangkat USB kita menjadi tidak dapat dikenali ( USB can not recognized )

    barangkali Anda tidak punya waktu untuk membuatnya bisa order di sini :
    Ekohsan-Store.blogspot.com

    Kabel USB extender pabrikan 10 meter belum tentu kualitasnya bagus dan belum tentu cocok untuk perangkat USB kita. Secara harga kabel USB extender 10 meter juga terbilang mahal yaitu 100 ribu lebih. Ukuran diameter tembaga yang kecil dan kualitas grounding yang kurang baik menyebabkan kabel USB extender yang dijual dipasaran kurang mampu mendriver modem dalam jarak lebih dari 1 meter atau modem tidak akan dikenali.

    Bagaimana cara mengatasinya :
    Permasalahan ini bisa kita atasi dengan membuat sendiri kabel USB extender dengan menggunakan kabel UTP BELDEN kualitas 1 (kabel LAN / jaringan). Kabel UTP memiliki diameter inti tembaga yang lebih besar dari pada kabel USB extender biasa, serta kualitas tembaga yang lebih baik. Hal ini dikarenakan kabel UTP memang digunakan untuk mengirim data dengan loss yang sedikit, sehingga keunggulan ini dapat kita jadikan sebagai alat untuk membuat kabel USB extender yang berkualitas bagus.

    Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter.
    Sebelumnya kita perlu tahu dulu, kabel USB extender biasa terdiri dari 4 kabel yaitu :
    • merah : 5 volt dc
    • hijau : data +
    • putih : data -
    • hitam : ground.
    Sedangkan kabel UTP / LAN terdiri dari 8 kabel yaitu :
    • orange,
    • putih orange, 
    • hijau, 
    • putih hijau, 
    • biru, 
    • putih biru, 
    • coklat
    • putih coklat.
    Alat dan Bahan Pembuatan Kabel USB Extender 10 Meter :
    1. Kabel USB extender biasa 1 Meter yang sudah kita potong di kedua ujung colokannya. Colokan inilah yang  akan kita gunakan. 
    2. Kabel UTP Belden KW 1 : 10 Meter maksimal 15 Meter.
    3. Tenol / timah untuk menghubungkan kabel.
    4. Solder, gunting, cutter, dan isolasi.



      Berikut konfigurasi kabel USB extender dari kabel UTP :
      • Kabel UTP orange dan putih orange digabung dan dihubungkan dengan kabel merah USB extender.
      • Kabel UTP hijau dihubungkan dengan kabel hijau USB extender.
      • Kabel UTP putih hijau dihubungkan dengan kabel putih USB extender.
      • Kabel UTP sisanya digabung semua dan dihubungkan dengan kabel hitam USB extender. Dengan memperbesar ground, maka kemungkinan loss (kehilangan) arus sangat kecil.


      Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.

      Selamat mencoba !

      Senin, 01 Agustus 2011

      Cara Membuat ESR Meter

      Kali ini Kang Eko akan membahas tentang Cara Membuat ESR Meter sesuai dengan janji Kang Eko di posting sebelumnya. Skema ini Kang Eko dapatkan dari marsonotv.blogspot.com. Dan sumber utamanya adalah di  http://www.members.shaw.ca/swstuff/esrmeter.html.
      Skema ESR Meter ini adalah yang paling murah dan mudah untuk di buat dengan hasil yang cukup memuaskan.

      ESR Meter ini sebenarnya prinsip kerjanya tidah jauh berbeda dengan ohm-meter. Bedanya kalau ohm-meter menggunakan arus DC, maka ESR-meter menggunakan arus AC dengan frekuensi 150Khz.

      Skema ESR silahkan klik gambar dibawah ini untuk memperbesar.





      Bagian-bagian penyusun ESR meter yang akan kita buat :


      1. Osilator pembangkit frekuensi sekitar 150Khz menggunakan sebuah sirkit Schmit triger
      2. Bufer atau penguat arus yang terdiri dar beberapa sirkuit Schmit triger yang diparalel.
      3. Transistor penguat frekwensi 150Khz
      4. Sirkuit diode bridge sebagai penyearah frekuensi 150Khz
      5. Analog meter

      Yang perlu anda perhatikan dalam proses pembuatan ESR Meter :

      • Elco yang akan dicek dihubungkan dengan TP1/TP2
      • VU-meter dihubungkan dengan TP3/TP4
      • Sirkit hanya membutuhkan IC 74HC14N yang berisi 6 buah Schmit triger dan mudah diperoleh dipasaran. Berdasarkan pengalaman transistor dapat menggunakan 2SCC945 atau sejenisnya. Dan untuk meter dapat menggunakan VU meter.
      • Sirkit ESR-meter ini dapat bekerja pada tegangan DC 2 hingga 6V. Tetapi jika tegangan terlalu rendah akan menyebabkan meter sulit menyimpang hingga penuh (seperti ohm-meter). Lebih baik gunakan suply 5V yang diperoleh dari sebuah regulator 7805 yang dapat diperoleh dari batery 9v atau dari AC adaptor.
      • Untuk VR kalibrasi sebaiknya dipasang pada front panel seperti ohm-meter sehingga sewaktu-waktu dapat dikalibrasi ke nol.
      • Dari sirkit diatas dapat ditambah sendiri switch on-off dan led indikator dengan tujuan kalau menggunakan batery tidak cepat habis.
      • Elco yang dicek dapat dipasang bolak-balik. Diode D5 dan D6 digunakan sebagai sirkit discharge untuk pengaman jika elco yang dicek masih ada muatan.
      • Kalau mau murah dan cepat gunakan pcb yang ada banyak lubang-lubangnya itu. Tetapi kalau mau rapi dapat membuat print sendiri – artinya harus tambah biaya dan waktu.
      • Untuk box – dapat digunakan box hitam yang banyak dijual ditoko. Ukuran sesuaikan dengan VU-meter dan besarnya pcb.

      Testing dan Kalibrasi ESR Meter.

      Jika TP1/TP2 dishort maka meter harus dapat dikalibrasi agar menyimpang penuh dengan cara adjust VR
      Jika hasilnya meter tidak dapat menyimpang penuh maka kecilkan nilai R12 (R-emitor)
      Untuk cek elko dengan nilai diatas 10uF biasanya jarum akan menyimpang penuh (seperti Ohm-meter)
      Untuk cek elko dengan nilai kecil kurang dari 10uF biasanya jarum tidak dapat mencapai nol (nol kurang sedikit). Karena itu carilah contoh-contoh elko yang masih bagus sebagai referensi besarnya penyimpangan jarum meter.

      Bagaimana untuk menentukan nilai skalanya , untuk mengukur nilai ESR tiap-tiap elco ?
      Cari elco-elco dengan kualitas bagus. Bisa diperoleh dari elco bekas dari eks pcb mesin merk Jepang, misalnya dengan nilai 1uF, 5uF, 10uF, 47uF. Ukur masing-masing dengan ESR-meter. Hasil pengukuran dapat dipakai sebagai skala untuk referensi elco yang bagus. Kalau elco yang dicek penyimpangannya kurang dari skala referensi berarti ESR elko bersangkutan telah berubah menjadi besar.

      Untuk ESR Meter yang kita buat ini, sebagai referensi nol bukan penyimpangan penuh. Tetapi angka nol hitam pada VU-meter. Dengan cara ini elco yang bagus dgn nilai 10uF keatas biasanya hampir mendekati angka nol (hitam). Untuk elco nilai kecil yang bagus penyimpangan biasanya antara angka nol dan angka satu.

      Bagaimana jika jarum meter tidak dapat menyimpang hingga full (seperti nol pada ohm-meter) ?

      Coba kecilkan nilai resistor pada transistor menjadi 82 ohm.

      Coba shortkan dulu TP1 dgn TP2. Kemudian sentuh-sentuh dgn probe avo-meter pada input-bufer. Apakah meter dapat bergerak-gerak? Jika meter dapat gerak kemungkinan osilator belum kerja. Kalau meter tidak gerak sama sekali berarti sirkit antara bufer hingga meter ada yang problem.

      Sabar dan cek lebih teliti, mungkin ada salah sambung atau nilai part yang salah pasang.


      Seri IC nya sulit didapatkan ! Apa Penggantinya ?
      Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari http://www.datasheet4u/ persamaan (cross-reference) 74HC14N adalah SN74HC14N dan MM74HC14N


      IC seri  HD74LS14P juga dapat digunakan dan sudah sering berhasil menggunakan IC seri tersebut.

      Selamat mencoba !

      sumber : marsonotv.blogspot.com

      Pentingnya ESR Meter dan Nilai ESR Elco Bagi Tehnisi

      ESR meter adalah semacam ohm-meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya “resistansi” dari elco. Perbedaannya ohm-meter menggunakan arus DC (arus searah) untuk menggerakkan meter, sedangkan ESR meter menggunakan AC (arus bolak-balik) frekwensi 150Khz. Sebagaimana posting sebelumnya, idealnya sebuah elco itu nilai ESR-nya adalah nol. Akan tetapi dalam prakteknya tidak mungkin. Hanya elco dengan kualitas bagus yang nilainya 10uF keatas yang memiliki nilai ESR mendekati nol.

      Mengapa nilai ESR elco bisa berubah menjadi lebih besar ?

      • Nilai ESR elco bisa berubah dikarenakan faktor kualitas sambungan komponen di dalam elco yang kurang baik. Hal ini dapat dijumpai pada elco baru maupun elco lama.
      • Nilai ESR elco bisa berubah dikarenakan cairan elektrolit dalam elco yang kering karena menguap atau bocor. Hal ini dapat dijumpai pada elco lama.

      Apa akibat jika nilai ESR elco berubah menjadi lebih besar ?

      Elco memiliki prinsip kerja dapat “diisi dan dibuang” muatan listriknya secara berulang. Dengan demikian ESR elco akan dilalui arus pengisian-pembuangan ini secara berulang-ulang sesuai dengan frekuensi kerja sirkuit. ESR identik dengan resistor. Resistor jika dilewati arus akan menimbulkan panas sesuai dengan besarnya kuat arus yang melewatinya dan sesuai besarnya nilai resistansinya. Begitu pula ESR elco, makin besar nilai ESR, makin besar panas yang timbul didalam elco, dan makin tinggi frekuensi elco makin besar pula panas yang ditimbulkan. Panas ini lama-kelamaan dapat menyebabkan cairan elektrolit dalam elco menguap menjadi gas dan merembes keluar. Hal ini mengakibatkan penurunan kinerja elco. Pada kasus-kasus tertentu, panas yang berlebihan dapat membuat elco meledak.



      Pada sirkuit yang bekerja di frekuensi tinggi, elco seharusnya mempunyai resistansi nol terhadap sinyal frekuensi tinggi. Jika nilai ESR elco berubah menjadi besar maka resistansi elco tidak lagi nol, dan jika nilainya resistansi elco berubah cukup besar maka dapat membuat cara kerja sirkuit menjadi kacau.

      Berdasarkan pengalaman guru kami, Pak Guru Marsono TV, penggunaan ESR Meter dapat mempersingkat lama pengerjaan service. Satu contoh pengalaman dari Pak Guru Marsono, yaitu menggunakan ESR meter untuk mereparasi televisi model lama, pertama kali yang dilakukan adalah :

      • Memeriksa semua elko dengan ESR-meter pada bagian SMPS (power suply), Horisontal dan Vertikal dan langsung mengganti jika ada elco yang nilai ESR-nya bermasalah.
      • Memeriksa secara visual (dengan kaca pembesar kalau perlu) solderan-solderan pada bagian SMPS (power suply), Horisontal output, Vertikal Output, dan pcb CRT soket dan melakukan solder ulang jika ada solderan yang retak

      Kedua hal tersebut ternyata dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dan sulit dilacak, sehingga penggunaan ESR meter dapat mempersingkat waktu service baik itu TV, Monitor, ataupun perangkat elektronik lainnya.

      Mengenai cara membuat ESR Meter, akan Kang Eko bahas di posting berikutnya.
      Semoga bermanfaat.


      sumber : marsonotv.blogspot.com

      Selasa, 19 Juli 2011

      Cara Melacak Elco Rusak Dengan ESR Meter

      Semua teknisi pasti mempunyai pengalaman yang sama bahwa perangkat elektronik yang sudah berumur pada umumnya sering dijumpai ada beberapa elco yang kering atau turun nilainya, terutama banyak diketemukan pada pesawat merk-merk china. Elco yang kering dapat menimbulkan berbagai macam gangguan yang kadang sulit dilacak atau bahkan dapat membuat bagian-bagian tertentu tidak kerja sama sekali, terutama jika digunakan pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi seperti SMPS (Switch Mode Power Suply) dan bagian Horisontal. Elco kering terkadang membuat teknisi pusing kepala dan memakan banyak waktu saat melacak kerusakan.

      Banyak teknisi menyiasati masalah ini dengan cara langsung mengganti semua elco yang ada, dengan tanpa mempedulikan apakah elco - elco tersebut rusak atau tidak. Hal ini umumnya memang cukup berhasil. Tetapi terkadang elco pengganti kualitasnya tidak bagus, sehingga pesawat rusak ulang setelah dipakai beberapa waktu. Mengganti semua elco juga merupakan suatu masalah sendiri jika sirkit yang diperbaiki banyak menggunakan elco. Penggunaan ESR meter ternyata merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengatasi problem-problem diatas. Kami sarankan ESR meter merupakan tool yang wajib dimiliki oleh setiap teknisi setelah avo-meter.

      Keuntungan menggunakan ESR meter :

      1. ESR meter dapat Melacak elco rusak dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elco (in-circuit tester) satu persatu.
      2. Hanya elko rusak yang diganti
      3. ESR meter dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elco baru maupun bekas. Kadang perangkat elektronik rusak lagi setelah service hanya disebabkan karena elco baru yang dipasang ternyata kualitasnya jelek.
      4. Elko yang jika di cek menggunakan ohm-meter kadang hasilnya menipu. Karena kalau dicek dengan ESR meter ternyata ESR-nya sudah menjadi besar(elco rusak).
      5. ESR meter dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), def yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short.
      6. ESR meter dapat untuk mengetahui apakah re-chargeable bateri masih baik. Re-chargeable bateri yang sudah rusak umumnya ESR-nya lebih besar jika dibanding yang masih baik.
      7. ESR meter dapat untuk melacak jalur printed yang bocor/short
      8. Dengan membandingkan pada kapasitor yang masih baik, ESR-meter dapat dipakai untuk memeriksa kapasitor dengan nilai ribuan pf.

      Catatan :
      1. ESR meter tidak dapat untuk mengetahui elco bocor atau short. Untungnya jarang sekali terjadi kerusakan elco short.
      2. ESR meter hanya cocok untuk memeriksa elco dengan nilai mulai 0.47uF ke atas.

      Apakah sebenarnya ESR itu?

      Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elco yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah "temperature kerja maksimum" (85 atau 105 derajat C) dan "ESR" (Equivalent Series Resistance).



      Kecuali bersifat kapasitif, dalam prakteknya elco juga mempunyai karakteristik “resistif” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistif inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elco tersebut.

      * Idealnya ESR sebuah elco adalah nol, tetapi dalam praktek hal ini tidak mungkin.
      * Elco tegangan tinggi cenderung mempunyai ESR yang lebih besar dibanding elco tegangan rendah
      * Elco dengan nilai kapasitan kecil cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elco nilai besar.
      * Elco 105 derajad (C) cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elco 85 derajad (C).

      Jadi pemahaman gampangnya : 

      semakin kecil ESR (hambatan / resistansi)sebuah elco, semakin baik kondisi elco tersebut.
      kebalikannya :
      semakin besar ESR (hambatan / resistansi)sebuah elco, semakin buruk kondisi elco tersebut.

      Apakah ESR meter itu ?
      Anda Ingin membuat sendiri ESR meter ?

      Bersambung ....

      sumber : marsonotv.blogspot.com

       
      ________